Selasa, 18 April 2017

Hama Penyakit ikan Nila

Ikan nila sangat jarang sekali terkena oleh wabah hama dan penyakit secara besar. Walaupun terserang hanya di bagian kolam lokal saja. Tetapi bagi pembudidaya yang baik harus mencegah agar wabah hama dan penyakit bisa di tanggulangi.

Terutama pada pase yang sangat rentang sekali terjadi pada fase pembibitan dan pada saat pembeberan ikan. Hal ini penyakit yang meyerang bisa menular, melalui aliran air, kontak secara langsung dan dengan ikan yang secara langsung satu air, akan mudah sekali tertular.

Apabila sudah terkena hama dan penyakit pada ikan, hal ini sangat merugikan karena dengan adanya penyakit yang menular, kondisi modal dan waktu akan terkuras. Dengan itu pencegahan harus di utamakan dengan lebih baik, sebelum terkena penyakit, guna menghindari resiko kerugian yang akan terjadi.Jika hama atau penyakit yang menyerang sangat banayak tentu ongkos dan tenaga serta waktu akan terbuang.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa di cegah dari hama dan penyakit yang menyerang :

Pengolahan dasar kolam

Melakukan Pengeringan pada kolam dan pengapuran kemudian pemupukan pada kolam. Yaitu menjemur kolam dibawah sinar matahari atau pengeringan kolam, sebelum hendak berbudidaya. Tujuanya agar hama dan penyakit yang mungkin masih berada pada dasar kolam tertekan perkembanganya, di mana hama dan penyakit yang berada di dasar kolam masih ada pada masa musim sebelumnya, melalui bantuan sinar matahari secara tidak langsung hama dan penyakit akan terbunuh, karena memindahkan habitat asli si hama dan penyakit. Kemudian pengapuran bertujuan membunuh sebagian penyakit yang akan tumbuh.

Memasang filter atau saringan

Tujuanaya agar filter dapat menyaring pada air yang akan masuk kedalam kolam, karena hama dan penyakit akan terjaring sebelum air masuk ke dalam kolam.

Pemberantasan hama secara manual

Jika hama berada pada kolam, secara kasat mata bisa di lihat, bisa melakukan pemberantasan secara manual “membunuh hama yang berda pada kolam secara langsung oleh kita” atau memanfaatkan musuh alami hama. Kemudian jika hama tidak bisa di tanggulangi, langkah terakhir dengan menggunakan obat-obatan kimia.

Menggunakan bibit yang unggul

Bibit yang unggul tentunya akan kuat terhadap serangan hama dan penyakit. Sebaiknya bibit di peroleh dari pihak yang terpercaya, seperti litbang-litbang perikanan.

Jumlah ikan per kolam

Dalam satu kolam harus memperhitungkan bagaimana populasi yang sesuai, hindari jumlah ikan dalam kolam yang terlalu banyak. Tujuanya agar kadar oksigen yang terlarut di dalam air akan optimal.

Pemberian pakan yang sesuai

Pemberian pakan yang sesuai agar pakan yang di berikan pada ikan tidak tersisa, guna menghindari penumpukan pakan yang berleih. Pakan yang tersisa akan busuk dengan secara tidak langsung mencamari air kolam, sehingga penyakit akan tumbuh di dalam kolam air yang tercemar.

Penanganan iakan yang benar

Ketika ikan di tebar harus benar dan hati-hati, agar ikan tidak seters dan menghindari luka yang di sebabkan oleh oresan yang terlihat, jika ikan terdapat luka di takutkan luka ikan menyebabkan infeksi, yang kemudian menyebar pada ikan lainya.

Jika hal di atas sudah di lakukan dan hama penyakit tetap membandel, langkah terakhir dan mendesak kita lakukan pengobatan secara kimia, namun dampak yang di lakukan dari pengobatan kimia akan menimbulkan buruknya lingkungan yang tercemar, maka penggunaan ini harus di jadikan sebagai langkah terakhir.

Pengobatan penyakit bisa di lakukan dengan merendam ikan di dalam larutan obat, dengan mencampurkan obat dengan pakan, atau dengan memberikan obat secara langsung kepada ikan.

Hama ikan nila


Hama yang berada pada ikan nila sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ikan tawar lainya, hama yang tergolong mematikan yaitu :

Notonecta

Notonecta atau Masyarakat Jawa Barat menyebutnya  bebeasan  karena terdapat bintik putih seperti beras. Hama ini menyerang benih ikan yang masih kecil. Upaya pencegahannya cukup sulit.

Jika hama yang menyrang sangat banyak, biasanya di tanggulangi dengan menyiramkan minyak tanah kepada kolam. Biasanya  5 liter tiap 1000 m2 luas kolam. Cara tersebut cukup efektip mengatasi Notonecta.

Larva cybister

Larva cybister atau di sebut ucrit, sangat mematikan di bandingkan dengan Notonecta. Dengan warna agak hijau dan pergerakannya sangat cepat. Ucrit biasanya memangsa benih ikan, dengat taring yang tajam yang digunakan menjepit mangsa, dan di belakangnya terdapat sengatan.

Habitat ucrit di bagian lahan kolam yang mengandung material organik, di mana berada pada gulma-gulma atau sampah organik yang berada di sekitar kolam. Ucrit akan bermetamorfosis menjadi kumbang yang bisa meloncat antar kolam setelah berumur dewasa. Maka pembersihan gulma dan bahan sampah organik yang tidak di butuhkan kolam harus sering di bersihkan, agar ucrit tidak bersarang di sekitar kolam.

Apabila pemberantasan secara kimia di lakukan benih ikan nila akan ikut terbunuh, mungkin hanya ada satu cara yaitu pencagahan dan melakukan pemberantasan secara manual.

Penyakit ikan nila


Ikan nila termasuk ikan yang tahan terhadap penyakit, karena belumpernah selama ini ikan nila yang terserang oleh penyakit secara besar-besaran seperti ikan mas.

Secara umum, dua tipe penyakit ikan nila, yakni penyakit infeksi “penyakit menular”, dan penyakit non-infeksi yaitu disebabkan oleh kondisi lingkungan yang buruk.

Infeksi


Trichodina sp.

Mikroorganisme yang termasuk tipe parasit bagi jenis ikan tawar atau ikan laut. Trichodina sp akan menempel pada bagian luar ikan seperti kulit, sirip dan insang. Ditandai dengan luka-luka pada bagian luar ikan. Pencagahan yang harus di lakukan dengan melakukan sanitasi kolam dan memasang filter air atau bak pengendapan pada instalasi pengairan kolam. Pengobatan bisa dilakukan dengan merendam ikan yang sakit dalam larutan garam (NaCl) sebanyak 500-1000 mg/liter selama 24 jam.

Saprolegniasis

Saprolegniasis biasanya menyerang telur, larva dan benih ikan. Saprolegniasis adalah sejenis jamur yang menyerang bagian luar. Penyakit ini terlihat seperti benang halus berwarna putih atau putih kecoklatan. Pencegahan dapat dilakukan dengan merendam telur ikan yang terserang dengan malachite green 1 mg/liter selama 1 jam, atau larutan formalin 200-300 mg/liter selama 1-3 jam, bisa juga dengan NaCl 5 gram/liter selama 15 menit.

Epistylis spp

Epistylis adalah parasit yang menyerang bagian luar seperti kulit, insang dan sirip. Jika ikan yang terserang, dapat di lihat ciri-cirinya yaitu ikan sukar bernapas, gerakan lambat, dan pertumbuhannya terhambat. Penularan penyakit dakibatkan kontak langsung. Pencegahannya, hindari dari kepadatan ikan pada kolam. Pengobatannya dengan merendam ikan dalam larutan formalin 200 mg/liter selama 40 menit, atau KMnO4 20 mg/liter selama 15-20 menit.

Non-infeksi


Kualitas air

Air merupakan media hidup ikan dimana jika tercemar air maka akan berpengaruh pada ikan. Kualitas air kolam harus terpantau, guna mencagah dan mengetahui kelayakan kualitas air.  Saluran masuk keluar air harus benar-benar di pastikan mengalir.Dengan menyimpan filter air pada bagian keluar masuknya air akan sangat membantu menjaga kualitas air karena dengan kualitas air yang baik ikan sehat dan bugar.

Pakan

Pakan yang di berikan harus sesuai dosis yang sesuai dan tepat sasaran. Apabila pakan tersisa dapat mencemari air kolam, kemudian dari pakan yang tersisa akan menghasilkan gas-gas yang berbahaya bagi ikan. sangat mungkin sekali jika pakan yang berlebih dan menumpuk akan membunuh ikan yang berada di dalam kolam.

Keracunan

Hati-hati jika anda membeli pakan, di sarankan baca dahulu tanggal kadaluwarsanya. Atau terdapat bahan aktip seperti racun yang berada pada kolam, contohnya H2S yang di hasilkan dari pembusukan material organik di dasar kolam. Atau, atau kandungan yang di timbulkan air yang masuk kedalam kolam.

Penanganan ikan

Memperhatikan perlakuan kepada ikan jangan sampai ikan terkena luka yang kemudian berdampak infeksi, karena ikan yang terluka akan mudah sekali terkena penyakit.

Genetis

Bibit ikan, akan mengpengaruhi besar pada perkembangan kedepan, karena jika bibit yang buruk tidak akan tahan terhadap hama dan penyakit, serta bibit juga akan membawa sifat turunan, contohnya pada bentuk yang tidak normal “cacat”.

Minggu, 13 November 2016

Betok/Poyu/Petik

BUDIDAYA IKAN PAPUYU/PETIK/POYU
Ikan Papuyu, mungkin hanya beberapa orang yang mengenal ikan ini, karena hanya sedikit daerah yang terdapat ikan ini khusunya berada di kalimantan Selatan. Ikan Papuyu ini hampir sama dengan ikan gabus yang telah menjadi primadona, karena rasa yang sangat lezat dan juga memang sering dihidangkan sebagai upacara adat dari Suku banjar. Tapi ikan yang mempunyai nama latin Anabas testudneus ini ternyata populasinya semakin berkurang karena penangkapan yang tidak selektif dan dengan adanya penduduk warga yang menggunakan bahan peledak sebagai penangkapan ikan. Untuk itu diperlukan dalam hal membudidayakannya seperti salah satu institusi yang berhasil ialah Balai Budidaya Air Tawar. Sebenarnya Ikan Papuyu ini telah lama dikenal diberbagai macam di indonesia. Selain sebutan Ikan Papuyu, ternyata memiliki nama lain ditiap daerah, seperti di Jawa dan Sunda menamai ikan ini sebagai ikan Betik, Kalimantan Selatan sendiri dengan nama Ikan Papuyu, Puyu dari malaya dan kalimantan Timur, Di Padang diberi nama Puyu - puyu, dan di Bintan dengan nama Puyo - puoy, Manado dengan nama Geteh - geteh, dan untuk danau Matanua bernama Kusang. Untuk dalam bahasa inggris sendiri, Ikan Papuyu dikenal dengan nama climbing gouramy atau juga climbing perch karena kemampuannya yang memanjat kedaratan. Ikan Papuyu menyebar dari India, Cina sampai Asia Tenggara dan Kepulauan Nusantara yang ada disebelah barat Garis Wallace. Berikut ini cara budidaya Ikan Papuyu atau ikan Betok agar berhasil dengan hasil yang banyak.

Cara Budidaya Ikan Papuyu


1. Ciri Jantan dan Betina Ikan Papuyu

Untuk membedakan Ikan Papuyu jantan dan betina, dapat dilihat dari tanda tubuhnya. Untuk tanda betina, tubuh memanjang, perut agak gendut, warna agak kusam, gerakan lamban, lubang kelaminnya membulat dan berukuran 100 gram. Sedangkan untuk tanda jantan, tubuh membulat, gerakan lincah, warna cerah, lubang kelamin memanjang dan berukuran antara 100 gram.
2. Pemijahan Ikan Papuyu

Pemijahan dari Ikan Papuyu ini dilakukan dengan cara semi buatan, yakni induced spawning. Dengan cara, siapkan akuarium yang berukuran 60 x 50 x 45 cm, dan keringkan selama waktu 3 hari, setelah itu isi air setinggi 30 cm, dan hidupkan 2 titik aerasi dan biarkan hidup saat selama pemijahan, suntuk 2 ekot induk betina disore hari dengan menggunakan ovaprim dosis 0,5 ml/kg dan masukkan kedalam akuarium, sedangkan untuk jantan, suntik 8 ekor dan satukan dengan betina, biarkan memijah. Perbandingan antara keduanya jantan dan betina ialah 4 : 1. Pemijahan yang akan terjadi saat tengah malam sampai pagi hari dan telur hasil pemijahan menempel di dinding akuarium.
3. penetasan dan Pemeliharaan Larva Ikan Papuyu

Penetasan yang akan dilakukan diakuarium pemijahan yakni dengan memindahkan induk kekolam pematangan gonad. Di suhu 29-30 derajat Celcius, telur akan menetas sekitar 20-24 jam. Larva dipelihara selama 3 hari penuh sampai kuat untuk berenang. Untuk pakan sendiri, diberi artemia atau adlibitum. Setiap induk betina dapat menghasilkan larva sekitar 14.500 ekor.
4. Pendederan I Ikan Papuyu

Pendederan I dilakukan didalam hapa yang terpasang dikolam dengan cara menyiapkan kolam yang memiliki ukuran 200 m2, dan keringkan selama 4-6 hari dan isi air setinggi 40-60 cm, tebarkan 4 karung kotoran ayam atau bisa juga puyuh dan biarkan selama 4-5 hari, kemudian pasang 4-10 hapa yang ukurannya 200 x 100 x 80 cm dengan tiang - tiang bambu. masukkan sekitar 2000 ekot larva dan beri pakan tambahan seperti pelet halus dalam waktu seminggu. Saat itu larva telah berukuran 0,5 cm.
5. Pendederan II dan III Ikan Papuyu

pendederan II seperti pendederan I, bedanya hanya pada penebaran benih yang berasal dari pendederan I dengan kepadatan 200-300 ekor/m2 dan beri pakan tambahan pelet halus sebanyak kurang lebih 500 g/hari diawal, 750 g/hari minggu kedua, 1000 g/hari diminggu ketiga atau juga bisa sesuai kebutuhan dengan jangka waktu pendederan II selama 1 bulan dan saat itu benih telah mencapai ukuran 1-3 cm. Untuk pendederan III sendiri sama seperti pendederan I yang dilakukan selama 30 hari dan benih telah mencapai ukuran 3 hingga 5 cm.
6. Pembesaran Ikan Papuyu

pembesaran sendiri dilakukan dikolam dengan cara menyiapkan kolam yang ukurannya 500 m2, keringkan 4-6 hari dan isi air setinggi sekitar 40-60 cm dan tebarkan 6 karung dari kotoran ayam atau puyuh serta dibiarkan selama 4-5 hari, kemudian tebarkan benih yang asalnya dari pendederan II dengan kepadatan 50 ekor/m2 lalu diberi pakan berupa pelet 5%/hari. Pembesaran sendiri dilakukan selama waktu 6 bulan dan selama itu pula berat Ikan Papuyu mencapai 60-75 gram.
7. Pembesaran Ikan Papuyu di Jaring Tancap

Pembesaran Ikan Papuyu sendiri dapat dilakuan di jaring tancap dengan cara memilih lokasi dipinggir perairan yang mempunyai kedalam 1-1,5 m, dan siapkan sejumlah jaring yang ukuran panjangnya 4 x 3 x 1 dengan mess 0,5 cm. Pasang jaring yang mengikat ditiang -tiang yang tahan terhadap air, seperti halnya kayu ulin, tebarkan benih Ikan Papuyu yang asalnya dari tahapan pendederan III dengan memiliki kepadatan 50 hingga 100 ekor/m2, beri pakan tambahan yakni pelet sebanyak 5%/harinya dan frekuensi 4x. Pembesaran di jaring tancap juga berlangsung selama 6 bulan yang mana pada saat itu Ikan Papuyu telah berukuran 65 hingga 75 gram.

Demikianlah informasi mengenai cara budidaya Ikan Papuyu atau ikan Betok agar berhasil dengan hasil yang banyak. Untuk mendapatkan informasi lain mengenai halnya cara budidaya, silahkan berkunjung ke blog budidaya lengkap, semoga bermanfaat.

Selasa, 15 Maret 2016

Profil Pasar Benih Ikan Mentaos



P R O F I L

UNIT PELAKSANA TEKNIS
P A S A R   B E N I H  I K A N
Alamat : Jl. Mentaos Timur Rt 03 Rw 01 Kel. Mentaos Kec. Banjarbaru Utara  Kal – Sel, Telp. / Fax : 0511 – 4781050 / (085249899244)

PEMERINTAH KOTA BANJARBARU
DINAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN
KALIMANTAN SELATAN
TAHUN 2010

Pendahuluan
Guna Meningkatkan Produksi Budidaya Perikanan, ketersediaan benih ikan yang unggul salah satu Faktor yang cukup menentukan akan keberhasilan dari usaha Budidaya perikanan tersebut, yang mana kita sebagaian besar dari masyarakat sebagai pelaku utama dalam usaha Budidaya ikan cukup sulit untuk mendapatkan akan benih tersebut hal ini disebabkan masih lemah sistem distribusi benih yang dilakukan oleh pelaku utama pembenihan ikan itu sendiri
Guna mengatasi tentang pemasaran dan penyaluran distribusi benih Pemerintah Kota Banjarbaru telah melaksanakan Program Pengembangan Usaha Budidaya perikanan dalam hal ini menyediakan Sarana Prasarana untuk kepentingan Pelaku Usaha Produksi dan Pemasaran perikanan, yaitu berupa Pasar Benih Ikan, yang dibangun dari  melalui Dana DAK dan Non DR Tahun Anggaran 2006 dan 2007 Departemen kealutan dan Perikanan, dan Peraturan Walikota Banjarbaru Nomor ; 54 Tahun 2009, tanggal 15 Nopember 2009, terbentuklah suatau Unit Pelaksana Teknis Pasar Benih Ikan, yang mana dengan terbentuknya UPT-PBI ini dengan maksud dan Tujuan adalah sebagai  berikut :
·         Untuk mewujudkan sarana dan Prasarana khususnya Pemasaran benih Ikan bagi Unit Pembenih Rakyat (UPR), yang mampu memberikan layanan yang lebih optimal kepada para pelaku Usaha Budidaya Perikanan.
·         Untuk Mewujudkan standar teknis dan mutu benih ikan yang berkualitas dan dapat bersaing dipasaran.
·         Dapat menyediakan sistem Informasi dan sekaligus Promosi yang efektif, bagi Pelaku usaha budidaya perikanan
·         Dapat meningkatkan transaksi jual beli dan Permintaan terhadap benih ikan secara terkontrol.
1.  Letak Geografis
UPT Pasar benih Ikan terletak 2,5 km dari pusat Pemerintah Kota Banjarbaru atau 36 km dari ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan tepatnya di RT 01, RW 03 Kelurahan Mentaos Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan
2.  Sarana dan Prasarana
Areal Perkolaman UPT Pasar Benih Ikan dimana sumber airnya berasal dari saluran irigasi Riam Kanan dengan Jarak dari sumber air tersebut ± 150 m, dengan cara disalurkan ke kolam dengan menggunakan Pipa PVC ukuran 3”
Adapun Sarana dan Prasarana yang dimiliki oleh UPT Pasar Benih Ikan Kota Banjarbaru Tersebut diantaranya :
Kolam Grading :
Berfungsi sebagai tempat pemeliharaan dan pengelompokkan baik berdasarkan ukuran,jenis,kualitas sesuai dengan kebutuhan pasar
Kolam Penginapan :
Berfungsi sebagai tempat penitipan benih yang tidak terjual
Kolam Retail/Bangsal :
Berfungsi sebagai tempat menjajakan benih ikan yang akan dijual
Kolam Reservior :
Berfungsi sebagai kolam penampungan air berasal dari sumber air guna memenuhi air ditempat pemasaran benih ikan
Laboratorium :
Digunakan sebagai tempat Penelitian dan Pengobatan terhadap hama dan Penyakit pada benih ikan
Ruang Display Ikan :
Ruang Pamer(showroom)untuk ikan hias, atau ikan yang dijajakan
Kantor Pengelolaan
Tempat berlangsungnya kegiatan Administrasi transaksi, media informasi, mengenai jenis, ukuran, jumlah, kualitas benih ikan yang akan dipasarkan. (Terdiri dari : Ruang Kepala, Ruang Staf, Ruang mesin, Toilet)
Fasilitas Penunjang :
Tempat Parkir, Tabung Oksigen, Plastik Packing, Rumah Jaga, Laptop dan LCD, Karung, Serta Serok.
Pengelolaan UPT – Pasar Benih Ikan
UPT Pasar Benih Ikan Kota Banjarbaru dalam kegiatannya bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Banjarbaru, yang mana UPT Pasar Benih Ikan dalam pengelolaan dipimpin oleh seorang Kepala UPT dan dibantu oleh Kasubag Tata Usaha.
Adapun jumlah karyawan/karyawati berjumlah sebanyak 7 orang, dengan latar belakang pendidikan  sebagai berikut :
S2
:

SLTA/D III
:
1 Orang
S1
:
5 Orang
SLTP
:
1 Orang
Struktur Pengelola UPT Pasar Benih Ikan adalah sebagai berikut :
Kepala UPT Pasar Benih Ikan :
-
M.  Aminuddin Said, STP :
Kasubag TU UPT Pasar Benih Ikan :
-
M.  Wahyu Junaidi, S.Pi
Pelaksana Pelaporan dan Keuangan
-
Diah Puspitasari, S.Pi
Pelaksana Bagian Umum Kepegawaian
-
Yurika Dahliana,
Tenaga Teknis :
-
Dian Faridah, S.Pi
-
Yulianor Kentawan, S.Pt
Penjaga malam :
-
Hasan Pauji
Pemasaran
                Dalam kegiatan UPT Pasar Benih Ikan sebagaimana fungsi untuk memfasilitasi antara pembeli/konsumen benih ikan ke unit pembenih rakyat baik itu yang berda di wilayah Kelurahan Mentaos itu sendiri maupun UPK  di wilayah terdekat dengan UPT Pasar Benih Ikan.
                Adapun jenis benih ikan yang didistribusikan melalui UPT Pasar Benih Ikan dengan tingkat ukuran dan harga adalah sebagai berikut :
No
Jenis Ikan
Ukuran
Harga (Rp.)
1.
Mas
3 - 5
150


4 - 6
200


5 - 7
250


5 - 8
275
2.
Nila
3 - 5
75


4 - 6
100


5 - 7
125


5 - 8
150
3.
Jelawat
1”
400


2”
800
4.
Betok/Papuyu
3 - 5
400
5.
Gurame
3 – 5
400


4 – 6 up
1000
6.
Lele
2”
200
7.
Patin
1”
185


1”Up
200


2”
400
Dalam Pemasarannya kadang kala oleh petugas UPT Pasar benih Ikan bisa diantarkan ketempat Konsumen dengan menggunakan Fasilitas yang dimiliki untuk pembelian diatas 10.000 ekor, biasa fasilitas yang digunakan Mobil Box dengan Biaya Pengantar Benih ditanggung oleh Pembeli.
Adapun daerah pemasaran UPT Pasar benih Ikan sekarang ini selain pelaku utama Pembesaran Ikan Kota Banjarbaru juga menyebar kepelosok Kalimantan selatan seperti Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah, Barito Kuala, Tapin, juga Kalimantan Tengah (Kab. Pulang Pisau, Kotawringin Barat, Kapuas, Kotawaringin Timur, Palangkaraya) serta Kalimantan Timur (Kabupaten Tanah Pasir).
Permasalahan
Dalam rangka pengoptimalan kegiatan UPT Pasar Benih Ikan dirasakan permasalahan yang dihadapi sekarang ini antara lain :
-      Belum adanya jaringan listrik di kantor pengelola UPT  Pasar Benih Ikan sehingga penggunaan Blower belun dapat dioperasikan secara optimal.
-      Para UPR masih belum sepenuhnya berakses ke UPT Pasar Benih Ikan dalam hal penjualan benih ikan ke konsumen.
Dengan ini kami himbau kepada seluruh pelaku utama budidaya ikan, bila anda memerlukan benih ikan bisa menghubungi kepada Alamat Kantor Diatas.